Kutai Timur, petikkaltim.com — Demi sukseskan program eliminasi tuntas tuberkulosis tahun 2030, Kutim adakan workshop untuk perkuat kader PMO TB di Sangatta (22/9/2026).
Melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Dinas Kesehatan Kutim, terlaksanalah Workshop Kader PMO TB. Siti Robiah, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim, ingatkan seluruh kader Pengawas Minum Obat Tuberkulosis (PMO TB) untuk memperkuat kolaborasi antar kader. Hal tersebut guna memastikan keberhasilan program eliminasi tuberkulosis 2030.
Ketua PPTI tersebut turut mengapresiasi dukungan yang PT KPC berikan melalui pelatihan, seperti workshop ini. Siti Robiah menilai, peningkatan kemampuan kader menjadi prioritas dalam mendukung kesuksesan program eliminasi tuberkulosis di Kutim tahun 2030.
Ia menegaskan, kader PMO TB bukan hanya pendamping pasien dalam mengonsumsi obat, tetapi juga penghubung antara pasien, keluarga, puskesmas, dan PPTI agar pengobatan tuntas. Oleh sebab itu, kader harus dapat selalu menjaga kekompakan dan kerja sama.
“Kita punya tujuan yang sama, yaitu mengakhiri TB pada tahun 2030. Karena itu kita harus bekerja sama, saling mendukung, dan saling percaya agar pendampingan kepada pasien bisa berjalan dengan baik,” ujar Siti Robiah.
Kader PMO TB merupakan relawan yang mengemban tugas kemanusiaan. Siti Robiah berharap kader senior dapat ikut membimbing kader baru. Ini supaya dalam melayani masyarakat, seluruh kader memiliki pemahaman, semangat, dan frekuensi kerja yang sama.
Bagi Siti Robiah, semakin banyak kasus TB yang mereka temukan dan terobati hingga sembuh, maka semakin besar peluang penularan TB di masyarakat berakhir. Melalui workshop ini, PPTI Kutim berharap kader PMO TB semakin berdaya dan memiliki pengetahuan yang lebih mutakhir. PPTI Kutim juga berharap dapat selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung upaya eliminasi tuberkulosis di Kutim.
petikkaltim.com siap bantu Warga dapatkan berita dan informasi untuk lebih dekat dengan Kalimantan Timur!














